PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCEGAH BERBAGAI KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR

Authors

  • Konstantinus Dua Dhiu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Yohana Elma Sarina Ito Wea Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Matilda Mao Ghari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Flafiana Loda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Tovilia Kila Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Foninia Bebe Taung Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Hendrika Doa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Yuliana Dhoso Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Paulina Mao Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Karolina Kugu Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia
  • Maria Fancelina Sugi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.66698/mjoes.v1i2.31

Keywords:

Pendidikan, Pelecehan Seksual, Perlindungan Anak, Otoritas Tubuh, Sinergi Pendidikan

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Indonesia masih menjadi krisis sosial yang serius dengan modus operandi fluktuatif yang sering kali melibatkan lingkaran terdekat (inner circle) korban. Mengingat pengawasan fisik konvensional tidak lagi memadai, anak-anak membutuhkan bekal kapasitas kognitif untuk melindungi diri secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pendidikan sebagai instrumen preventif utama, serta merumuskan substansi materi, metode instruksional, dan sinergi tanggung jawab dalam ekosistem pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap jurnal ilmiah tematik, laporan resmi KPAI (2023), serta regulasi Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023, yang kemudian dieksplorasi menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menegaskan bahwa pendidikan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan primer (primary defense) untuk menjembatani kesenjangan kesadaran (awareness gap), mengubah ketidaktahuan menjadi kedaulatan tubuh, serta menumbuhkan keberanian melapor. Proteksi yang efektif wajib diterapkan secara simultan dan konsisten di tiga lingkungan utama: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Materi adaptif usia anak mencakup pengenalan anatomi privat, batasan privasi, hak menolak asertif, dan prosedur pelaporan berbasis media visual-interaktif. Kesimpulannya, pendidikan berperan vital dalam merekonstruksi posisi anak menjadi subjek yang berdaya. Keberhasilan implementasi jangka panjang ini sepenuhnya bergantung pada komitmen kolektif dan kesatuan visi yang kuat antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Yohana Elma Sarina Ito Wea, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti

    MAHASISWA PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 

References

Amalina, I. D., & Masyithoh, S. (2024). Pendidikan seksual dalam pencegahan pelecehan seksual di sekolah dasar. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(10), 245–251. https://doi.org/10.5281/zenodo.11217243

Badriana, R., & Handoyo, S. (2020). Dinamika psikologis pemimpin laki-laki menangani pelecehan seksual di tempat kerja. INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 5(2), 125–133. https://doi.org/10.20473/jpkm.V5I22020.125-133

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (2023). Laporan tahunan: Data dan analisis kasus pelecehan seksual anak. Jakarta: KPAI Press. https://www.kpai.go.id/publikasi/laporan-tahunan

Listriyati, L., Adnani, Q. E. S., & Susiarno, H. (2024). Scoping review sex education untuk mencegah kekerasan seksual pada anak usia dini. Jurnal Kesehatan Vokasional, 9(2), 136–147. https://doi.org/10.22146/jkesvo.95236

Lumban Batu, L. A., Kabeakan, E., & Sari, C. K. (2025). Pendidikan seks anak di lingkungan sekolah: Tindakan pencegahan terhadap tindak kekerasan dan pelecehan seksual. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 3(3), 53–64. https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i3.1648

Rahmah, A., Mirawati, M., & Ariana, R. A. (2024). Pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui edukasi berbasis media. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 75–80. https://doi.org/10.53770/amjpm.v4i1.316

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Dhiu, K. D., Ito Wea, Y. E. S., Ghari, M. M. M., Loda, F., Kila, M. T., Taung, F. B., Doa, H., Dhoso, Y., Mao, P., Kugu, K., & Sugi, M. F. (2026). PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCEGAH BERBAGAI KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR. Mandailing Journal of Education and Sciences, 1(2), 144-152. https://doi.org/10.66698/mjoes.v1i2.31