BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA BAHASA SLANG DI TWITTER: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Keywords:
Slang, Sosiolinguistik, TwitterAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan bahasa slang di media sosial Twitter dalam perspektif sosiolinguistik dengan menitikberatkan pada bentuk, fungsi, dan maknanya. Isu utama penelitian adalah maraknya variasi bahasa nonformal di ruang digital yang mencerminkan dinamika identitas dan interaksi sosial generasi muda. Penelitian bertujuan mendeskripsikan bentuk linguistik slang, menjelaskan fungsi komunikatifnya, serta mengungkap makna sosial yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi nonpartisipan, simak-catat, dan dokumentasi terhadap 146 tweet berbahasa Indonesia yang mengandung slang, dikumpulkan selama Oktober–November 2025. Data dianalisis melalui reduksi, pengkodean, klasifikasi, dan interpretasi dalam kerangka sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk slang didominasi pemendekan dan serapan bahasa Inggris, fungsi utamanya bersifat ekspresif dan solidaritas sosial, serta maknanya merepresentasikan identitas kelompok dan kedekatan komunitas digital. Disimpulkan bahwa slang di Twitter merupakan strategi linguistik adaptif terhadap karakter komunikasi digital yang cepat dan partisipatif.
Downloads
References
Abdurrahman. (2011). Sosiolinguistik: Teori, peran, dan fungsinya dalam masyarakat.
Ambarmizu. (2013). Variasi bahasa dalam interaksi sosial masyarakat.
Androutsopoulos, J. (2014). Computer-mediated communication and linguistic landscapes. Journal of Sociolinguistics, 18(2), 229–241. https://doi.org/10.1111/josl.12074
Eble, C. (2012). Slang and sociability: In-group language among college students. University of North Carolina Press.
Holmes, J., & Wilson, N. (2022). An introduction to sociolinguistics (6th ed.). Routledge.
Isnaniah. (2015). Kajian sosiolinguistik terhadap variasi bahasa dalam masyarakat.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nadhiroh, K., Farida, U., Mawadah, I. M., & Umamy, E. (2025). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi melalui media interaktif untuk meningkatkan motivasi belajar: Implementation of differentiated learning through interactive media to enhance learning motivation. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 8(2), 49–58. https://doi.org/10.30872/adjektiva.v8i2.5037
Tagliamonte, S. A., & Denis, D. (2008). Linguistic ruin? LOL! Instant messaging and teen language. American Speech, 83(1), 3–34. https://doi.org/10.1215/00031283-2008-001
Umamy, E., Bactiar, H., Nadhiroh, K., Mawadah, I. M., & Farida, U. (2025). Implementasi taksonomi Barrett untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VII. Ed-Humanistics: Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(1), 40–48. https://doi.org/10.33752/ed-humanistics.v10i1.8985
Umamy, E., Efendiy, K., Siwi S, H. L., & Intan A, Z. Z. (2023). Pengaruh penggunaan media Powtoon terhadap peningkatan hasil menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII SMP Islam Dampit Kabupaten Malang. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 102–109. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.11750
Waluyo, H. J. (2011). Teori dan apresiasi bahasa.
Zappavigna, M. (2012). Discourse of Twitter and social media: How we use language to create affiliation on the web. Continuum.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ince Katoda, Maria Bura Kaka, Nuraina Nuraina, Muh. Irfan Mukhlisin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







