ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM KONTEN KESEHATAN DI MEDIA SOSIAL TIKTOK @TIRTACIPENG TEORI JOHN SEARLE

Authors

  • Nurul Istatik Badriyah Universitas Wisnuwardhana Author
  • Kustyarini Kustyarini Universitas Wisnuwardhana Author
  • Esa Kharisma M. Nakti Universitas Wisnuwardhana Author
  • Indria Kristiawan Universitas Wisnuwardhana Author

Keywords:

Tindak Tutur Ilokusi, Konten Kesehatan, TikTok

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah menjadikan platform ini sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan yang menjangkau audiens luas, terutama generasi muda. Namun, efektivitas penyampaian pesan kesehatan sangat ditentukan oleh strategi kebahasaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam konten kesehatan akun TikTok @tirtacipeng berdasarkan teori John Searle. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa 73 ujaran yang diperoleh dari sepuluh video konten kesehatan yang diunggah pada periode September–Desember 2024, yang dikumpulkan melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan ujaran ke dalam lima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur asertif mendominasi penggunaan bahasa dalam konten kesehatan, diikuti oleh tindak tutur ekspresif dan direktif, sedangkan komisif dan deklaratif muncul secara terbatas. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi komunikasi akun @tirtacipeng berfokus pada penyampaian informasi kesehatan yang faktual dan edukatif, disertai pendekatan persuasif dan emosional untuk memengaruhi pemahaman serta sikap audiens. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan tindak tutur ilokusi yang tepat berperan penting dalam meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan di media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Delisnawati. (2021). Analisis tindak tutur ilokusi dalam komunikasi edukatif di media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2), 115–126.

Ganyang, M. T. (2018). Ilmu komunikasi: Konsep dan praktik. Alfabeta.

Hamidah, J., & Normuliati, S. (2015). Analisis tindak tutur endorse di media sosial Instagram [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin].

Hasanah, N., Nurjanah, U. D., & Utomo, A. P. Y. (2022). Analisis tindak tutur lokusi dalam konten YouTuber Jerome Polin. Jurnal Ilmiah Telaah, 7(1), 85–95.

Lathifurrahman. (2020). Tindak tutur dalam media sosial: Kajian pragmatik pada komunikasi digital. Jurnal Pragmatik Indonesia, 5(1), 45–58.

Meliana, T., Abdurahman, A. I., & Mirza, M. (2024). Aktivitas pengelolaan media sosial sebagai media informasi kesehatan mental pada Instagram @howslife.id. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(8), 957–965.

Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Ningsih, L. W., & Muristyani, S. (2021). Analisis tindak tutur ilokusi dalam film Ada Cinta di SMA sutradara Patrick Effendy [Skripsi].

Nurjannah, N., Martisa, E., Saerudin, S., & Putra, A. (2021). Tindak tutur ilokusi dalam transaksi jual beli online di kota. [Nama jurnal tidak tersedia].

Pratiwi, F. N. (2022). Tindak tutur pemengaruh di media sosial Twitter dalam konteks pandemi COVID-19. Linguistik Indonesia, 40(2), 213–225.

Purba, A. (2011). Tindak tutur dan peristiwa tutur. Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(1).

Safitri, R. D., & Mulyani, M. (2021). Teori tindak tutur dalam studi pragmatik. KABASTRA: Kajian Bahasa dan Sastra, 1(1), 59–67.

Saifudin, A. (2019). Teori tindak tutur dalam studi linguistik pragmatik. Lite: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 15(1), 1–16.

Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.

Umamy, E., Efendiy, K., Siwi, H. L., & Intan, Z. Z. (2023). Pengaruh penggunaan media Powtoon terhadap peningkatan hasil menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII SMP Islam Dampit Kabupaten Malang. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 102–109. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.11750

Umamy, E., Kustyarini, K., Anta Sari, D., Sri Rejeki, A., & Irwan Almustofa, M. (2025). Belajar bahasa dan sastra itu seru (BeBaSaRu): An early childhood literacy development program. NEAR: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 161–171. https://doi.org/10.32877/nr.v4i2.2224

Umamy, E., Supratno, H., Darni, D., & Tjahjono, T. (2023). Diskursus sosial dalam novel Koella dan Maria Tsabat karya Herlinatiens: Analisis wacana kritis Van Dijk. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(4), 43–57.

Utami, R., & Rizal, M. (2022). Bahasa dalam konteks sosial (peristiwa tutur dan tindak tutur). JUMPER: Journal of Educational Multidisciplinary Research, 1(1), 16–25.

Zamzami, A. R. (2021). Tindak tutur ilokusi pada media sosial Instagram @ganjar_pranowo [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Badriyah, N. I., Kustyarini, K., M. Nakti, E. K., & Kristiawan, I. (2026). ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM KONTEN KESEHATAN DI MEDIA SOSIAL TIKTOK @TIRTACIPENG TEORI JOHN SEARLE. Mandailing Journal of Education and Sciences, 1(1), 7-12. https://jurnal.mandailingpublisher.com/index.php/mjoes/article/view/2